Senin, 08 Desember 2008

That's Why I Hate Loving Them

Malam Natal tahun ini, seharusnya aku menyatakan cintaku pada cinta pertamaku. Aku sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Bahkan mempersiapkan mentalku. Tapi, entah mengapa, di awal bulan ini,,, ada seseorang yang bisa bikin aku lupa sesaat tentang rencanaku itu. Bahkan, di khayalanku semalam, bukan ada cinta pertamaku yang kupertahankan selama tujuh tahun bayangannya. Membuatku, kecewa sekaligus tersenyum sendiri.

Tapi semalam, aku juga berdoa kepada Tuhan. "Tuhan, tolong tunjukan siapa jodohku... dan kepada siapa, harus kuberikan cinta ini..."

Ternyata, semalam... aku bermimpi bertemu dengan mantanku... mantan yang paling aku sayangi. Ia menerima aku kembali. Walaupun aku telah pergi jauh.
Aku terbangun,, dan bertanya-tanya.... inikah jawabannya?


Cinta pertamaku, ia bahkan mungkin lupa tentang aku.
Lelaki yang memesona itu... baik padaku dan semua wanita yang dikenalnya.
Mantanku, masihkah ia bisa menerima aku yang menyakitinya,, sama seperti di dalam mimpiku...
kini, aku benar-benar bingung.

I'M TRAPPED!!!!

Label: , , , , ,



Selasa, 11 Maret 2008

Hallmark Boy [GMtS 5]

Kisah manis gadis kecil yang ini bermula saat aku kelas 2 SMP.. mungkin ini masa-masa di mana tahap puberku mencapai puncaknya dan emosiku masih sangat labil.

Aku yang masih SMP kelas 2 masih terkesima dengan image kakak kelas, terutama kepada mereka yang sudah SMA. Sosok mereka yang terlihat dewasa dengan memakai celana panjang abu-abu sering membuar mukaku memerah. Hehe... >.<

Di antara mereka semua, tentu ada satu pemuda yang membuat wajahku lebih merah dari biasanya, kelas 3, tinggi, dan dengan wajah yang cantik. =P
Suatu hari, saudaraku yang juga sahabatnya, mengajakku hang-out. Saat itulah, mungkin, gue mulai ja'im sekaligus tebar pesona. Ugh~ membayangkannya saat ini membuatku ingin muntah. '///' (malu)
Lalu aku memberi tahu sahabatku tentang lelaki itu juga tentang aku yang menyukainya. Saat itu, aku gak tahu gimana perasaan lelaki itu pada diriku. Tapi, yah... sahabatku itu memulai candanya dengan memberi tahu lelaki itu bahwa aku suka.

Wah, gila muka gue kayak tomat.
Lalu, pemuda cantik itu seperti memberi harapan padaku; ia mulai memberikan perhatian, mulai rajin menyapa, dan membiasakan diri menepuk kepalaku. Mungkin untuk pemuda seumurannya, hal itu sangaaaatlah biasa. Tapi di mata seorang gadis cilik yang lagi asik"nya puber, hal ini bisa membuat darahku naik ke ubun" lalu... BRUZZZ... volcano!

Yah, sampai akhirnya hari natal tiba, ia memberiku sebuah kartu ucapan selamat natal. Saat menerima kartu itu, muka gue... MATENG! di dalamnya juga ada tulisan yang bejibun! Pokoknya intinya, alih-alih (cie bahasanya!) dia kasi gue kartu natal Hallmark yang gambarnya beruang dia malah kasi kartu Hallmark yang covernya rame minta ampun karena dia melihat gue semangat banget, jadi dia beli kartu yang kesannya rame. Katanya, itu terbukti dari pipi gue senantiasa merah 24 jam kayak apel.
Pada saat itu, dengan hati yang sedang berbunga-bunga, gue melihat kupu-kupu di mana". Well, sekarang sih dengan gue yang cuek, rayuan kayak gini mah... lewat! Haha..

Dua bulan kemudian, gue dah mulai lupa sama tu cowok.
[Dasar! Anak kechil, gampang banget yang namanya lupa sama seorang cowok. Hari ini ditolak, besok dah ada gebetan baru. Ckckck!]
Dan begitulah, tapi pas valentine, dia sekali lagi memberikan gue sumthing. Dia kasih gue satu kotak coklat, bunga, beserta bantalan kecil berbentuk hati. Di hati itu ada tulisannya, "B Mine"
Weks, saat itu gue merasa aneh. Hm, saat itu gue juga malu dan muka gue panas. Tetap ada perasaan senang tapi saat itu gue merasa aneh, kok rasanya beda ya,, kok gini sih?
Tapi gue juga bingung, itu maksudnya apa?
Nembak?
Hah?
Tapi gak ada aksi lebih lanjut, jadi gue gak bereaksi.
Masa' gue tiba" nyamperin dia, "Heh! Ini maksudnya lo nembak gue?"
Iiih~ sok pede embanget!!

Yah, gitu deh,,, gue biarkan aja perasaan gue ngegantung... Tanpa ada jawaban...
karena gue bingung...
jadi gue gantung...
ting.. tung...
ngegantunnggg...

[katanya, cowok gak demen ya digantung? Gue juga gak demen, sesek napas euy!]

Label: ,



Rabu, 27 Februari 2008

Cinta Pertama vs Cinta Sejati . . . [GMtS 4]


Khusus bagian ini, gue setuju sama common people!


Ternyata "cinta sejati" itu memang lebih penting dari pada "cinta pertama" . . .
Semuanya masih bermula saat gue kelas 1 SMP.

Masih inget post yang berjudul "en la lluvia, le recuerdo"?


Nah, di tengah kebingunganku itu. Gue dicomblangi dengan seseorang. Ya, dengan pacar pertamaku itu.


"prolog"

aku mengandaikan seseorang yang benar" sesuai dengan tipe laki" yang aku impikan untuk menjadi pacar pertamaku. Pintar setidaknya berwawasan. Tampan setidaknya "seksi". Berkarakter setidaknya cukup berkharisma.



"monolog"

Tapi aku dipertemukan dengannya yang katanya menyukaiku sejak lama. Hampir setahun lamanya.


Aku menurut saja. Karena kisahku dengan kakak kelas (lih: post ...lluvia...) tidak berjalan sesuai yang kuinginkan. Seperti seluruh dunia menginginkan terjadinya "perjodohan" ini. Aku pun pasrah.

Tapi dia... pacar pertamaku itu... tidaklah cerdas... tidaklah seksi... dan slank, kasar, dan sedikit berandal.

Bahkan cukup tidak nyambung dengan diriku. Tapi aku terus mengikuti dunia sama seperti aku mengikuti gravitasi.


Di waktu itu... aku, temanku, dia, dan temannya... pergi nonton film horror...kalo gak salah '13th Ghost'.

Bisa dipastikan tempat duduknya akan di set sedemikian rupa supaya gue bersebelahan sama dia. Ok, that's not really the problem.


Yang namanya cowo dan cewe nonton film horror, pasti cowo itu akan sok berani... tapi ternyata dia malah so takut. Dan setiap hantu yang aneh keluar, dia bakal ngomong kata" makian. Ih~ jujur gue il-feel banget. Hyeeek!

Cowo dengan kata" makian... gak gue banget!!


"klimaks"


Terus, selesai nonton... terjadilah adegan penembakan itu...
standard aja... diam sejenak... "lo mau gak jadi cw gue?" dan ada jawaban "iya..."


hah?
gue bilang mau! >.<


sebenarnya hatiku sedikit memaksa bahwa itu adalah jawaban yang benar. Tapi sekali lagi, aku hanya menurut ke mana bumi menarikku.

"beberapa bulan kemudian..."

aku menjalani kehidupan yang biasa saja.

"pacar"?

rasanya seperti gak punya.


Awalnya, dia yang kukira agresif, yang suka seenaknya menarik tali BH cewe" di sekolah, gak berkutik di depan gue. Tiba-tiba ngomongnya jadi sedikit formal. Di sekolah pun gak berani deket" gue!!!

Yaaa... biasa aja.


"gosip!"


Ada juga gosip kalau cinta pertama itu pernah HAMPIR berantem sama kakak kelas. Tapi katanya si kakak kelas membela diri dengan mengatakan, "gue udah punya cinta yang baru"

Aduh! Hatiku sakiiiitt...

T.T


"epilog" tapi sesuai dengan perkiraanku, semuanya itu tidak bertahan lama. Dia tidak naik kelas untuk kesekian kalinya. Dan akhirnya, tanpa kata berpisah, tidak ada lagi aku dan dia. Ya sudah. Untuk kesekian kali, kuikuti lagi ke mana dunia menariku.

Dua tahun kemudian, ia kembali menghubungiku. Tapi melalui temannya.

Ia tanyakan, "Maukah merajut yang telah lalu?"

Dan kukatakan "tidak"

Akhirnya, aku mulai melompat, melawan gravitasi. Dan betapa leganya diriku.

Untuk bilang... tidak!


tapi gue gak akan menyesal kok telah menghabiskan waktu bersama dia. Setidaknya gua uda belajar sesuatu

Label: ,



Sabtu, 26 Januari 2008

En la lluvia, cuando le recuerdo [GMtS 3]


En la lluvia, cuando le recuerdo
(In The Rain, Where I Recall Your Face)

This post title is named as on my favourite novel... Sitta Karina's Lukisan HujanYou can take a watch on her and her books in http://www.sittakarina.com/

Hm, this is -may be- the hardest post to type down. There are many secrets behind the story.Sebelum memulai cerita ini, aku ingin minta maaf terhadap sahabatku dan cowok dalam kisah ini karena telah sering kali menyakiti hati kalian dan sempat membuat kalian menangis. Harus kuakui, tidak pernah aku mendapatkan pengalaman yang begitu rumit dan menyesakkan hati... For the reader, post ini emang panjang banget... maaf yah... tapi ceritanya bagus kok... >.<>.<>

Ceritanya bermula saat aku masih menduduki kelas 1 SMP (masih muda memang). Sekolah gua mengadakan kegiatan camp bersama. Saat itu, aku hanyalah seorang gadis tomboy yang gak perduli sama yang namanya cowok. Tapi saat itulah, dia muncul (namanya? kita panggil Kakak aja yah!), kakak kelas yang berhasil mencuri perhatian semua cw di angkatan gua, kecuali gua!
Saat itu, gua merasa risih karena ada yang curi-curi pandang ke gua. Gua inget banget, waktu itu gerimis, dia ama temennya coba ambil foto gua yang lagi duduk di tepi kolam renang sendirian. (eits... ini bukan perasaan gua atau gua yang kegeeran loh... ^^ Inget, saat itu gua bener" gak perduli ama yang namanya laki-laki. Trus bertahun kemudian, barang bukti itu masih ada! Foto gua yang duduk di pinggir kolam renang yang sedang memalingkan muka. Barang ini gua dapet dari temennya yang coba ambil foto gua. Katanya, emang susah ambil foto gua. Karena waktu itu gua siaga satu! HWhw...)
Yang namanya camp, pasti gua tidur bareng ama temen" cw gua. Dan kebetulan, gua sekamar sama cw" yang demen banget ngobrol (baca: gosip ria) dan kebetulan (juga), mereka lagi ngobrolin tuh Kakak Kelas. Mereka bilang tu orang ganteng lah, keren, merasa diliatin ama tu Kakak Kelas lah, and so on. Trus gua dengan style tom boy dan sekenanya bilang, "Mungkin yang dimaksud gua kali tapi karena lo di sebelah gua, jadi lo kena liat juga."
GILA! Gua nekat banget ngomong kayak gitu. Yah, gua emang cuek dan 'cowok' banget sih waktu itu. Taraaa, jadilah gua dimusuhin ama genk mereka. Itulah kenapa gua bisa jadi boyish banget, habiiis cewe" terlalu sensitif sih... Gak bisa santai dan cuek. (Coba kalo cowo" yang ngomongin begituan, pasti mereka saling membantu)
Singkat cerita, kita pulang... dan benarlah ramalan gua! Temen yang seangkatan ama gua (yang akhirnya jadi Mak Comblangnya Si Kakak Kelas) bilang, Si Kakak Kelas gua itu suka sama gua. Hati gua pun bersorak, bukan karena seneng tu cowo suka ama gua melainkan karena dugaan gua bener! Dan tu cw" yang musuin gua gak bisa ngomong apa" lagi abis tau ini... Yes! (Oh ya, abis itu dua angkatan di SMP pun musuhin gua gara" dibilang ngerebut-cowo-orang. aDoeh! Kenapa si Kk ngetop bener?!)

(pas nulis post ini,gua lagi denger Take Me Your Heart-nya MLTR... Mak nyuss~ Mellow deh gua... T.T)

Tapi, kegirangan itu gak bisa bertahan lama. Sepertinya radar gue mengatakan ce" yang suka sama dia jadi sebel sama gue dan gue disinisin sama cw" kakak kelas. Dan ternyata, sahabat gua, teman yang bener-bener deket ama gua, orang yang selalu berada di dekat gua di kala suka dan duka, sobat yang bener-bener berharga di mata gua, suka sama tu Kakak Kelas juga... dan dia tau tu Kakak Kelas suka sama gua dan udah nembak gua (gua belum kasi jawaban), dan dia taunya gua juga sama tu Kakak Kelas (dan pada detik itu, gua BELUM suka). Sobat gua ini pun ngajak gua ketemuan sepulang sekolah... dia ngajak gua ngomong, kalo dia juga suka sama tu Kakak Kelas... Dan, kalo gua masih mau sahabatan ama dia, gua gak boleh pacaran sama tu cowok. Waktu itu dunia serasa mati. Gua bimbang banget, harusnya gua tahu mana yang akan gua pilih. Sahabat gua atau cowok itu. Tapi saat itu, hati gua juga berkata... kalau melepaskan salah satu gua akan menyesal. Tapi akhirnya otak gua menyuruh bibir gua untuk terbuka dan bilang, "Gua pilih sahabat gua. Cowok masih bisa dicari tapi gua gak akan melepaskan sahabat gua. Gua akan lebih menyesal kalo gua lepasin elo."
Dia nangis. Gua nangis. Lalu hujan pun turun.
(Habis itu, entah mengapa, masih ada sedikit gap di antara kita berdua. Tapi sampai sekarang, kita masih sahabatan. Gua sayang banget sama sahabat gua ini!)
Sepulangnya, gua langsung telpon si Mak Comblang, gua menolak kakak kelas itu. Si Mak Comblang langsung heboh dan gua cuma bilang, "Itu murni keputusan gua. Bilangin sori ya ama dia... Klik!" (sakiiit banget hati gua waktu ngomong itu...)
Malamnya, Kk Kelas itu SMS... dia mau ketemuan buat terakhir kalinya. Gua setuju.
Hari Minggu, gua setuju pergi ama dia ke Gading dengan syarat, pergi ramai-ramai. Gua nunggu dia ampe jam dua. (dua jam lebih lama dari waktu yang dijanjikan) Gua sempet ketiduran. Trus nyokap gua ngeliat dandanan gua yang boyish banget, pake celana cargo dan baju lengan panjang Winnie The Pooh kesukaan gua dengan tampang baru bangun tidur. Otomatis, nyokap mengganti dandanan gua. Alhasil, gua pake baju biru dengan bunga besar di tengah dan celana 3/4 warna hitam. Masih casual sih tapi gua sempet bersitegang ama nyokap gua karena dandanan gua jadi "niat-pergi" kayak gitu. Masih berdebat ama nyokap gua, kereta kuda (eh, mobil jemputan) pun dateng.
"Tuh, dah gak sempet ganti baju lagi. Pake baju ini aja."
Dengan berat hati, gua pun pergi. Ada kisah lucu di balik "kereta-kuda" ini. Waktu itu, gua dijemput pake Honda Odissey, trus si Mak Comblang ini bilang, "Tuan Putri silahkan duduk di belakang."
Gua dengan polosnya membuka pintu belakang yang ternyata... BAGASI! Hwee... Semuanya spontan ketawa!
Haha... Iya lucu! Silahkan ketawa. Gak tau apa?! Waktu itu, muka gua merah semerah tomat!
Mana gua tau?! Gua kan gak punya Odissey, gua kira pintunya kayak Panther atau Kijang (gua juga gak punya kedua mobil ini sih) yang ada dudukan di belakangnya.
Gua pun dengan tampang gak bersalah masuk dan duduk di belakang. Ternyata... oh, ternyata... dia juga duduk di belakang.
Gua basa-basi aja, "Sori ya lama, tadi disuru nyokap ganti baju."
Dia pun membalas dengan basa-basi yang serupa, "Gakpapa, bagus kok bajunya!" Pasti maksudnya biar bikin gua gak gitu malu gara" kejadian tadi tapi muka gua jadi makin merah.
Kita pun jalan ke Gading, selama di sana, gua lebih banyak ngobrol ama dua temen cw gua dan genk cowonya si Kakak Kelas yang kebetulan gua juga kenal. MKG kala itu, food courtnya masih di bawah. Gua rada lupa ama kejadian" selama di sana. Tapi gua paling inget waktu kesabaran dia udah abis dan dia marah gara" gua selalu jawab terserah waktu ditanya mau ke mana, diajak nonton gak mau, dan yang paling parah, gua ngebentak si Mak Comblang, "POKOKNYA GUA GAK MAU FOTO BERDUA AMA DIA!"
Ups! Maksud gua tuh, gua gak mau jadi gampangan dengan foto berdua doank tapi perkataan gua udah kelewatan dan si Kakak Kelas pun marah.
Dia BT ama gua. (OK! Fine! Ini yang gua pengen kan?!) Tapi hati gua juga sedih... sakit. Suasana jadi garing. Temen-temen jadi banyakan diem. Lelucon pun jadi garing.
Dia dan satu teman cowoknya pun ngilang. Mungkin dia lagi nenangin diri. Gua pun bilang ke temen cw gua, gua mau minta maaf. Gak lama kemudian, dia muncul. Gua minta maaf. Pake salaman a la anak SMP pula. Gua inget banget, kejadiannya di MKG 2 di bunderan seberang butik Guess. Waktu itu gua merasa kena serangan jantung, tiba-tiba jantung gua mompa darah jauh lebih semangat. Akhirnya, suasana pun kembali normal.

Kita pun pulang. Di mobil, posisi duduk udah gak kayak tadi waktu berangkat, gua diapit temen" cw gua. Mungkin si Kakak Kelas udah capek duduk di sebelah gua karena gua bisanya cuma bengong-bego.
Lagu Queen of My Heart-Westlife mengalun lembut dari tape-deck. Gua jadi inget, kita pernah berdebat mana yang lebih baik, Westlife yang dia suka atau BSB yang gua suka. Gua yakin, pasti waktu itu, dia juga keinget hal yang sama.
Lalu mata gua pun nyangkut pada satu benda. Ada bungkusan kado di mobil itu. Gua pun berbisik ke temen gua dengan kepo-nya, "Itu kado siapa?"
Eeh, dia malah bilang ke Kakak Kelas dengan polosnya, "Eh, katanya J kadonya bagus tuh!"
"Nggak kok!" Gua pun ngambek. Diem.
Habis itu kita gak langsung pulang ke rumah, kita main basket dulu di lapangan perumahan. 3 on 3. Cw lawan cowo. Mungkin di antara cw", cuma gua yang mainnya paling serius, ampe gua one on one ama dia. (ya jelas dia yang menang lah... tapi gua tahu dia jauh lebih mencintai sepak bola daripada basket)
Setelah kecapean dan minta minum di rumah orang, kita pun masuk mobil untuk pulang ke rumah. Tapi sebelum gua masuk mobil, gua ditahan sama si Mak Comblang, gak boleh masuk.
Si Kakak Kelas keluar lagi dari mobil sambil bawa kantong plastik yang di dalamnya ada kado itu. Dia bilang, "Buat kamu."
Sejak pergi tadi sampai saat itu, gua merasa mengkhianati sahabat gua sendiri. Tapi kalo sampai gua menerima tu kado, itu berarti gua gak pantes lagi disebut sahabat. (hebatkan pikiran anak SMP zaman sekarang?!)
Semua teman"nya bersorak, "Terima! Terima!"
Bahkan si empunya mobil menyetel kaset BSB... "I want it that way..."
Saat itu otak gua bilang, "Jangan terima!"
Hati gua yang terenyuh ama tu lagu bilang, "Masa lo tega biarin tangan tu cowo nyodorin kado ampe pegel?"
Temennya juga bilang ke Kakak Kelas, "Aduh, tangannya pegel ya? Sini gua bantu pegangin..."
Dan dia dengan tegas berkata, "Udah, gakpapa!"
Saat itu, yang terlihat cuma gua dan dia saling adu tatap. Gua gak akan mengalihkan pandangan gua. Gua mau dia baca mata gua. Lalu pertarungan otak dan hati gua selesai, dimenangkan otak gua.
Gua bilang, "Sori"
Dia cuma jawab, "Oke..."
Kita pun bener" pulang. Semua yang ada di dalam mobil diem. Gua diem. Dia juga diem.
Sesampainya di depan rumah gua, gua turun tanpa ngomong apa pun. Bukan karena angkuh tapi waktu itu gua tiba-tiba mimisan. Gua pun masuk rumah... Mak Comblang nyusul gua dan dengan cepat memberikan kado tadi ke tangan gua dan berlalu.
Di rumah, gua langsung masuk kamar. Tiduran. Lalu timbul rasa penasaran, gua buka tuh kado. Isinya boneka Winnie The Pooh.
Trus gua gak enak hati. Gua SMS dia. Gua ngomong maaf untuk kedua kalinya dalam sehari. Untung dia sabar banget. Kita pun SMS an terus.
Gua inget satu hari waktu gua melihat ke langit. Gua juga suruh dia untuk melihat ke langit dan mencari tiga bintang yang berbaris sejajar. Gua bilang itu rasi bintang Orion dan kuceritakan legenda tentang rasi itu dan bagaimana rasi itu berada di dekat Gemini, rasi bintangku.
Gua dengan romantis-najong bilang, "Rasi itu paling jelas terlihat di hari ulang tahun Kakak loh!"
(gua merinding nih,,, bisa"nya ngomong begitu. Tapi pasti dia udah lupa!)
Habis itu, gerimis turun. Airnya jatuh tepat di ujung hidungku.

Setelahnya, gua gak inget lagi apa yang terjadi. Ada kabar burung yang bilang kalo dia punya gebetan baru. Gua juga pacaran ama orang lain, yang sebenernya gua gak yakin. (cerita yang ini ada post nya sendiri)
Tapi waktu menjelang natal setahun setelahnya, si Mak Comblang (yang ternyata juga suka sama tu Kk Kelas dan gua baru tahu setahun kemudian) memberikan sebuah amplop berisi kartu Natal warna merah, kartu Natalnya bisa bunyi tapi sekarang batrenya sudah habis karena terlalu sering dibunyikan. Di dalamnya, ada satu surat. Isinya panjang. Intinya, dia bilang kita masih temenan dan dia nanya apakah dia masih boleh menghubungi gua?
Tapi akhirnya, setelah lulus SMP, dia pindah sekolah. Kita udah gak pernah berhubungan lagi. Pernah sekali, kita ketemu di pesta ultah temen. Tapi dia diem aja. Yaudah, gua juga diem. Pasti dia melihat gua dan berpikir gua udah berubah.

Natal tahun kemarin gua mengiriminya CD Natal dan seribu bintang dari kertas lipat. Gak ada reaksi. Lagipula dia udah jadi cowok orang. Hhh~
Hujan turun lagi, semakin deras. Menemani renunganku. Dia pasti capek. Dan marah, kalo tau sekarang gua masi kepikiran.

Mungkin yang menjadi saksi kisah ini bakal bilang, "kok lo masi inget sebanyak ini sih?"
Soalnya... saat menulis post ini, hujan juga sedang turun dengan derasnya memukul jendela.
Hujan... In the rain, where I recall your face and our memories. They come, so crystal clear.
Dan aku bersyukur pada Tuhan karena Ia telah menciptakan hujan dan aku bisa terus mengingatmu.

Label: ,



Ice~man Dicinta Torch~man pun Tiba [GMtS 2]


Pengennya kenalan ama cowo yang super cool, gak taunya dapet Mr. DJ yang supel abis!

Nah, yang ini kisah gw di jaman kelas 6 SD (adek gua yang nyolong baca post ini bilang, "SD?! Kelas SD udah centil getoh?!" JLEBB!! SE-JLEBB-JLEBB-nya)
Yap! Kelas 6, angkatan paling tua di Sekolah Dasar. Dan karena itu, gua jadi merasa sudah dewasa dan layak mendapatkan lelaki dewasa. Yah, gua gak melupakan cinta pertama gua tapi sejak si cinta monyet itu mempermainkan hadiah Valentine gua, gua yakin kalo dia masih anak-anak, belum dewasa, dan belum pantas untuk mengerti cinta. (Gini nih, kalo anak cw SD lagi puber... merasa sok dewasa)Gua pun mencari lelaki dewasa untuk 'pelarian' (Ih, bahaya banget yah?! Tapi keadaannya gak separah yang dikatakan kok.)
Saat itu, ada seorang lelaki dewasa yang GANTENGnya KELEWATAN! Dia pengajar di Sky Rink Taman Anggrek. Pasti anak cw yang udah pernah ngeles di sana atau suka main di sana tau siapa dia. Skatingnya jago banget, main Hockeynya juga, nge-dance on icenya juga two thumbs up!, kulitnya seputih es di rink itu, wajahnya kayak di komik-komik Jepang. PERFECT banget deh!
Sampe gua nekat masuk les skating. Eh, gak taunya gua dapet guru tutor yang mukanya rada berandal, pake anting, dan rambutnya di highlite sgala. Lumayan sih... Tapi kalo dibandingin sama si Ice-Man itu (Saat itu gua menamai si Ice-Man dengan nama IWANT, saking terobsesinya) wah, jauuuuh... Dia ngajak gua ngebuuut... dipelok" lagi...(emang ngajar skating gtu kali yah?)

Saking gantengnya, tu wajah susah di delete dari memori (ampe sekarang loh!), gua nulisin dinding kelas gua dengan nama palsu yang gua buatIWANT_IWANT_IWANT Ih, ampe jorok tu dinding (Sori ya, buat anak" SD yang sekarang nempatin tu kelas. Musti kerja bakti ngapusin tulisan gua...wkwk!)
Ada dua sahabat gua, Vna dan Pb yang menjadi saksi dari momen bersejarah tersebut dan ikut penasaran pengen pergi ke Ice Rink. Singkat cerita, kita udah ada di sana dan si IWANT itu ternyata gak masuk (HUK!). Sekarang sih udah gak pernah keliatan. Trusss, ya udah, kita main aja dengan polosnya... Ternyata, di tempat sedingin Ice Rink, ada sebuah spot dengan luas 2x1 (kayak peti mati aja) yang bener" HOT! bener" hidup dan penuh cahaya... Jeng jeng jeng! Tempat itu adalah DJ BOX!
Nah, di situlah gua dan kedua temen gua yang emang lagi sama" sedeng ini me-request dua lagu...Gua masi inget, lagu BSB "As Long As You Love Me" dan N'SYNC "BYE BYE BYE" (yang kemudian jadi OST kisah gua ini)Waktu nge-request, gua menyadari sesuatu, rotan tak ada, akar pun jadi... Ice-Man Dicinta Torch-Man pun Tiba! Bisa ditebak, DJnya ganteng bangettt!!

Masih teringat jelas, ciri-ciri yang paling khas tuh, alisnya! Ujung alisnya kayak dipaksa naik gitu. Luchu! Dan itu juga yang membuat kita bertiga tertarik.Selesai skating, di ruang tunggu, Si Vna, yang paling berani, memberanikan diri untuk minta kenalan. Si Pb pun ikut"an. Gua yang grogi stengah mati pun gak sengaja numpahin teh panas ke atas celana gua. Gua yang masih panik membersihkan, cuma menatap mereka berdua yang dengan santai ngobrol dengan DJ ganteng itu! (Pake nunjuk" gua segala lagi!)
Trus mereka balik lagi ke gua, si Vna ngmg, "Nih, nomer HPnya. Qta bilang, lo yang mau kenalan"
"Hweee?" gua cuma bisa bengong bego menatap teman gua dan bungkusan Kit-Kat yang dipake buat catet nomer HP dan nama DJnya. Namanya Sujartra.
Akhirnya, gua berani ber-sms ria dengan DJ ini dan berhasil bikin gua gak penasaran lagi sama IWANT itu. Abis itu, gua konsen ke UAN gua dan sempet lupa ama DJ keren ini.
Beberapa tahun kemudian, sewaktu gua udah jadi da real teenagers, gua ngeliat bungkus Kit-Kat yang ngingetin gua ama dia. Gua nekat aja sms dia lagi, gua inget banget... dia lagi cuci motornya dan ternyata, DIA UDAH TUNANGAN! Hwee.. patah hati gua.
Tapi gua selalu inget sama Mr. DJ yang keren dan supel ini setiap kali gua ke T.A. dan ngeliat bungkus Kit-Kat. (taukah kalian, kedua sahabat gua ini juga masih sering senyam-senyum ngeliat ni coklat) Emang... endless memory

Label: ,



Cinta Pertama yang Gak Monyet" Amat [GMtS 1]

Cinta pertamaku, kata orang sih itu cinta monyet, cinta main-main (hm, mungkin) yang bentar lagi juga hilang(Ah, gak juga... Did you know? I was struggling wif my first love for six years).
Nama cinta pertamaku ini, E. P.
Semuanya dimulai sejak kelas 5 SD, (bayangkan, seragam gua masih putih-merah dan setiap kali pulang sekolah, kaki gua pasti biru-biru karena jatoh atau main tendang-tendangan) di jaman Detektif Conan baru melanda Jakarta (1998).Nah, dia juga suka banget sama komik itu. Dan bersama dua teman gua yang lain, kita bikin kelompok detektif, pokoknya a la anak SD banget deh! Gua pura"nya jadi Kazuha dan dia jadi Heijinya (dalam bayangan gua yang masih anak SD, kita cocok banget!)

Sosok cowok ini bisa merupakan gabungan dari Shin dan Heiji, dari hobinya yang suka main bola sampai kulitnya yang berwarna kecoklatan. Bersama dia juga, I had my very first double date! Haha... masih a la anak SD, kita pergi ke Timezone dan menghabiskan duit jajan kita cuma di satu mesin (cuma buat dapetin bola sepak) tapi toh gagal juga. Setelah gua pikir-pikir sekarang, kemungkinan berhasil di mesin itu cuma satu banding seratus, mending main yang lain deh!
Trus yang gua inget juga dia pernah bikin topi yang ada tulisan 1412-nya, gua saat itu berpikir, 'Wah, dia anggap serius kelompok yang kita bikin nih!'. Gua juga sempet mikir kalo topi itu buat gua (Duh, ngarep aja!).Tapi pada akhirnya gua menyuruh diri gua sendiri untuk berhenti mengejar... karena pada Val's Day 1999, gua memberikan dia hadiah Valentine yang pada akhirnya di-oper ke satu kelas dan cuma dijadikan bahan ketawaan. Saat itu gua malu setengah mati. Itu patah hati gua yang pertama! Sesampainya di rumah, gua punya dua cincin inisisal 'E' dan 'J', waktu mandi cincin yang 'E' jatuh ke dalam saluran air. Dan dengan berat hati gua jatuhkan juga cincin yang 'J'. Yah, saat itu gua berpikir, kalo dia harus pergi, biar kenangan tentang gua juga dia bawa.(heran juga pikiran anak SD bisa kayak gini)

Gak taunya gua gak bisa lupa ama dia sampai kelas 10! Kalo gak salah, dia udah punya cewe. Dan saat itu, di bulan Januari, sahabat gua bilang ke dia (dengan jahatnya... Hweee... .'>.<',), "Eh, gmana donk ama perasaan si itu?"Dia dengan santai menjawab, "Dia masih suka ama gua? Berarti udah enam tahun donk, dia ngejar gua?"ANCOL! DUFAN! SEBEL!

Emang cinta MONYET! MONYET! Nyesek banget hati gua. GR BGT?!Waktu gua pulang, di radio mobil, Glenn Fredly dengan santainya melantunkan sebuah lagu, 'Kisah kita berakhir di Januariiii~...Huu~...'Gmana gak NELANGSA coba?!

Label: ,



Minggu, 13 Januari 2008

Gadis Ma~The Sue -- The Series

Gua akan memulai posts gua dengan kisah-kisah lucu gua bersama laki-laki yang pernah mengisi hidup gua. Ceritanya yang pasti polos abis namun juga berwarna. Tujuan gua menuliskan ini cuma untuk (sekali lagi) wasiat. Gua gak mau lupain cerita-cerita ini kalo gua udah nenek-nenek, gua mau membagi cerita ini kepada cewe-cewe di seluruh dunia (weits) bahkan sampai kepada anak-cucu gua nanti, dan yang terpenting, gua mau kasih tau kepada orang-orang di dalam kisah ini bagaimana pandangan gua terhadap kisah-kisah ini...kalau mereka sama sekali gak bakal gua lupain. Oke... dun get to serious lah... Sebelumnya gua juga mau minta maaf buat cowo" yang ada di dalam kisah gua (bener deh, kalian bener" bikin gua gak bisa lupa. Tapi jangan ge-er yah! Gua adil dan beradab kok! Lho?), trus gua juga mau minta maaf sama orang-orang dan sahabat-sahabat gua yang ada di dalam kisah ini. Ini cerita jujur banget kok dan ama orang jujur, kalian gak bole marah (maxa yah?)-gak kok, gak ada yang mau gua singgung-singgung dan gua ajak musuhan di sini, minta maaf juga sama cewe" yang sekarang sudah bersama cowo" di dalam ceritaku ini (gua gak ada niatan sama sekali untuk merebut, ok?!) gua cuma pengen berbagi pengalaman, maaf juga buat lelaki yang sekarang berada di sisiku... setelah sekian banyak pengalaman yang aku alami ini, yakinkan dirimu sendiri bahwa dirimulah yang terbaik dari sekian banyak lelaki itu, and lastly, I want to say soriii buat hati gua yang sering kali gua bo'ongin. (Oh ya, buat Raditya Dika, si Kambing Jantan,, sori yah, gua gak maksud menandingi kejujuranmu kok...)
PS: Gua jadi inget sama perkataannya Mbak Maya Estianty... "Cuma ada dua jenis laki-laki di dunia ini,,, lelaki brengsek dan lelaki yang brengsek banget! Soalnya lelaki cuma bisa bikin wanita nangis." Hm, mau gak mau, gua setuju... =pBuat para blogger yang suka kisah cinta nan polos dan manis, kisah" ini pas banget dah!

Label: ,